Fenomena bunuh diri semakin hari semakin sering kita temui, hampir setiap hari didalam berita kita menemukan kasus-kasus bunuh diri. Dengan berbagai alasan seseorang mengakhiri hidupnya. Dan dengan berbagai cara seseorang mencari cara untuk mengakhiri hidupnya tersebut.

Banyak hal yang mendasari seseorang melakukan tindakan ini, dari SD kita sudah diberi info tentang kegiatan HARAKIRI (menusukan samurai kearah perut sendiri) yang dilakukan oleh orang-orang jepang sebagai cara untuk mempertahankan harga diri.

Namun pada perkembangannya di indonesia, bunuh diri lebih didasari oleh masalah ekonomi. Seseorang yang sudah merasa tidak mampu untuk menghidupi keluarganya, membuat dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya.

Secara teori, bunuh diri merupakan perbuatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan mengakhiri kehidupannya dalam waktu yang singkat.

Bagi kalangan Psikiatri, memandang bunuh diri sebagai perilaku yang bertujuan untuk mengatasi masalah hidup, penghindaran diri dari segala situasi yang tidak menyenangkan, pernyataan amarah/gelisah, dan untuk memperoleh tidur yang damai/tentram.

Ada beberapa macam pembagian bunuh diri (emilie Durkheim), yaitu:

1. Bunuh diri Egoistik

Individu tidak mampu berinteraksi dengan masyarakat. hal ini disebabkan oleh kondisi kebudayaan atau karena masyarakat yang menjadikan individu itu seolah-olah tidak berkepribadian.

2. Bunuh diri Altruistik

Individu terikat pada tuntutan tradisi khusus ataupun dia cenderung untuk bunuh diri karena identifikasi terlalu kuat dengan suatu kelompok, dia merasa bahwa kelompok tersebut sangat mengharapkannya. (Contoh: harakiri).

3. Bunuh diri Amonik

Hal ini terjadi bila terdapat gangguan keseimbangan integrasi antara individu dengan masyarakat, sehingga individu tersebut meninggalkan norma-norma kelakuan yang biasa.

Sepatutnya kita menyadari bahwa tindakan bunuh diri merupakan tindakan yang sangat dibenci Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak ada 1 agama pun yang menghalalkan tindakan tersebut jika akan berdampak negatif baik pada dirinya sendiri ataupun orang disekitar.


Sumber : http://imansukablog.ngeblogs.com/2009/12/05/fenomena-bunuh-diri/