mengenal anak autis   2 comments

Dewasa ini kata autis menjadi kata yang populer untuk dibicarakan dan diperbincangkan bukan hanya oleh para orangtua, pendidik, dan dokter saja. Belakangan, orang awam pun banyak yang tertarik mendengar kata ini. Seiring dengan berkembangnya kata tersebut di masyarakat, semakin banyak pula anak yang menyandang penyakit autis. Penderita autis angkanya semakin meningkat.

Apa autis itu? Apa yang menyebabkan anak menjadi autis? Bagaimana ciri-ciri anak autis? Dan, harus bagaimana kita menghadapai dan menangani anak autis?

Autis atau autisme adalah kelainan yang terjadi pada anak, yang dapat memengaruhi perkembangan anak, sehingga mereka mengalami gangguan secara prilaku, komunikasi, dan sosialisasi. Akibatnya, mereka yang terkena autis akan kesulitan untuk mengontrol perilakunya, mereka cenderung memiliki dunianya sendiri. Jika merasa terganggu, emosinya sulit dikendalikan. Anak autis juga biasanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, karena mereka cenderung terlambat bicara. Sehingga, hal tersebut mengakibatkan sosialisasinya terganggu.

Penyebab anak autis

Apa yang menyebabkan anak autis? Penulis belum menemukan penyebab yang pasti. Kebanyakan, autis dapat terdeteksi setelah usia 2-3 tahun. Kemungkinan hal itu terjadi sejak anak dalam kandungan. Salah satu sumber mengatakan autis terjadi karena kegagalan pertumbuhan otak diakibatkan oleh nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan otak tidak dapat diserap tubuh karena adanya jamur dalam lambung. Ada juga yang menyebutkan karena kegagalan pertumbuhan otak yang diakibatkan oleh keracunan logam berat pada makanan yang dikonsumsi ibu pada saat hamil.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, autis biasanya dapat terdeteksi setelah anak usia 2 tahunan dan akan terlihat lebih jelas lagi setelah anak berumur antara 2-5 tahunan. Akan lebih terlihat lagi ketika anak memasuki masa sekolah, ketika sang anak mulai harus bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Ciri-ciri yang tampak pada anak autis

  • Mengeluarkan kata-kata yang tidak dimengerti.
  • Terlambat bicara atau bahkan tidak bicara sekali pun.
  • Mimik muka tidak berekspresi.
  • Tidak ada kontak mata.
  • Tidak suka dipeluk, akan menghindar atau menolak.
  • Tidak mengerti instruksi.
  • Melakukan gerakan yang sama berulang-ulang.
  • Sering terpaku dengan roda atau sesuatu yang berputar.
  • Lebih suka menyendiri, tidak ada interaksi dengan orang sekitar.
  • Bisa sangat hiperaktif, berlari ke sana-kemari, melompat-lompat, berputar-putar, atau memukul benda secara berulang-ulang.
  • Akan diam sama sekali.
  • Bisa tertawa-tawa sendiri atau menangis dan marah-marah tanpa sebab.
  • Temper tantrum, sering mengamuk tidak terkendali.
  • Tidak suka dengan suara keras, biasanya akan menutup mata, atau telinga, atau berteriak.

Orangtua mana yang menginginkan anaknya memiliki kelainan. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Namun, jika kenyataannya orangtua mendapati anaknya autis, apa boleh buat. Itu adalah ujian yang harus dihadapi para orangtua yang memiliki anak autis. Percayalah, itu bukan akhir dari segalanya, dewasa ini ilmu pengetahuan semakin berkembang. Ada banyak cara untuk menyembuhkan anak autis.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan sebagai orangtua? Hal utama yang harus dilakukan oleh orangtua yang memiliki anak autis adalah tidak mengurangi sedikit pun kasih sayang. Jangan menganggap anak Anda aneh, anggap dia adalah anak yang spesial, yang juga memerlukan perhatian dan penanganan yang spesial juga. Dan tentunya Anda adalah orangtua yang spesial.

Di samping itu, segera konsultasikan dengan dokter jika memang anak Anda benar telah didiagnosis terkena autis. Jika harus melakukan beberapa terapis lakukan dengan segera sebelum terlambat. Ada banyak model terapis saat ini, seperti terapi gelombang lumba-lumba, terapi akupunktur, terapi perilaku, terapi musik dan masih banyak lagi terapi lainnya.

Posted May 13, 2012 by klinikpsikis in Uncategorized

2 responses to “mengenal anak autis

Subscribe to comments with RSS.

  1. bermanfaat sekali infonya..makasih ya🙂

  2. ini bukan akhir dari masalah, banyak cara untuk berkomunikasi dengan anak-anak ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: