.Oleh: aidsmeds.com

Hampir sepertiga orang dengan HIV dari lima klinik di London, Inggris melaporkan memikirkan untuk bunuh diri baru-baru ini. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal AIDS edisi 20 Agustus 2008.

Beberapa penelitian menemukan bahwa tingkat depresi dan kecemasan adalah lebih tinggi pada orang yang hidup dengan HIV dibandingkan rekannya yang HIV-negatif. Untuk menentukan frekuensi pasien HIV-positif mengalami keinginan dan bayangan rencana bunuh diri (ideation), Lorraine Sherr, PhD, dari Royal Free and College Medical School di London, Inggris dan rekan mendaftarkan 778 pasien HIV-positif dari lima klinik di London. Kurang lebih separuh pasiennya tidak lahir di Inggris, 67% berkulit putih dan 65% adalah laki-laki gay.

Sherr dan rekan meminta para relawan penelitian untuk mengisi angket yang luas tentang kesehatan mereka secara fisik dan psikologis. Tiga puluh satu persen relawan melaporkan keinginan bunuh diri selama tujuh hari terakhir. Di antara mereka, kurang lebih 5% mengatakan bahwa keinginan bunuh diri tersebut tetap ada, dan 11% mengatakan sering mengalaminya. Laki-laki heteroseks hampir 50% lebih mungkin melaporkan keinginan bunuh diri dibandingkan perempuan heteroseksatau laki-laki gay. Relawan yang tidak lahir di Inggris cenderung melaporkan frekuensi keinginan bunuh diri yang lebih tinggi.

Para peneliti mengatakan bahwa hasil penelitian mereka “mengkhawatirkan,” dan walaupun mereka mengakui bahwa sampel dari klinik tersebut mungkin tidak dapat mewakili populasi orang dengan HIV secara umum, mereka berpendapat bahwa pencegahan bunuh diri harus dimasukkan dalam perawatan rutin.

Ringkasan: Suicidal Thoughts Common in People With HIV

Sumber: AIDS. 22(13):1651-1658

Sumber: http://spiritia.or.id/news/bacanews.php?nwno=1006